There was an error in this gadget

Thursday, 20 March 2014

AKU, KELAS, DAN PELAJARAN



Setelah lelah membaca buku biografi ibnu Khaldun terasa ngantuk pada jiwa yang sepi ini. Tanpa aku sadari aku tertidur pulas di pagi yang biasanya aku tidak mau tidur. Bangun-bangun udah jam setengah delapan, ini pagi paling sial yang pernah aku temui karena aku pasti telat memasuki kuliah pagi ini. Ternyata kenyataan sangat berbeda dengan dugaan ku karena pada pukul 8.30 wib sesampai di kelas ternyata kelas masih belum di mulai dan bebearapa bangku kelihatan masih kosong. Paling sialnya aku tidak lihat batang hidung dosen, kenapa aku harus takut telat dengan keadaan jam karet gini? Andaikan dia tau bagaimana ngebutnya jalanku ke kampus yang jaraknya lebih dari 300 meter dari halte bikun.

Kelas terasa rebut dengan berbagai aktivitas sekitar yang sebenarnya tidak terlalu penting. Aku memilih duduk di belakang kali ini biar dapat teman ngobrol dan tidak bosan dikelas yang mempelajari ilmu demokrasi ini. Akhirnya si dosen datang dengan wajah tanpa bersalah dia memulai pelajaran “karekteristik demokrasi point ke 3 dan 4”. Gampang saja dalam birokrasi adalah ciptaan manusia yang sifatnya fleksible selagi landasannya tidak berasal dari manusia maka suatu sistem tidak akan pernah bisa keluar dari jalur karena akan terbentur dengan sanksi.
Hari ini untuk pertama kalinya aku komentar mengenai ketimpangan yang dijelaskan si dosen dimana dia tidak mengambil fariabel yang sama dalam membandingkan antara sistem demokrasi dan komunis. Setidaknya aku berharap dia tau kalau ada aku di dalam kelas itu yang terkadang itu konsep eksistensi yang ingin selalu aku perlihatkan. Setidaknya kata-kata levi benar juga dan aku tidak menyalahkannya ngak gabung dalam halaqah.
Sesekali aku menyadari dikelas ada astrid. Agak berbeda dengan anak sejarah lain dia lebih kelihatan lebih bunglong dari pada aku karena sering kali keberadaannya di fakultas tidak terlalu sering. Cewek bertudung dan selalu pakai jaket itu kelihatan seperti biasanya dengan tanpa tanggapan atas pelajaran dan hilang begitu kelas bubar. Suatu ketika aku pernah tanya dan katanya dia ikut organisasi luar artinya dia lebih aktif di luar kampus dari pada dalam kampus sendiri. Salah satu yang membuat jengkel adalah dia selalu menggunakan headset sehingga ketika berpas-pasan aku menegur dia tidak akan menoleh kecuali aku melambaikan tangan didepan matanya.

No comments:

Post a Comment