Jumat, 28 Februari 2014

Polemik Umat Muslim tentang Syariat Islam



Kebenaran pertama yang pernah saya alami yaitu ketika kita berbicara pada publik tentang syariat Islam, sistem Islam, atau hukum Islam maka yang pertama kali menolaknya adalah kaum Islam itu sendiri. Mereka yang sholat lima kali sehari, mereka yang puasa di bulan Ramadhan, dan mereka yang selalu merayakan hari besar Idul Fitri, namun dalam hal penerapan Islam secara sistemik, mereka langsung menolak mentah-mentah. Ini aneh sekali, sehingga kita perlu mempertanyakan apakah mereka itu percaya dengan Islam atau tidak. Jawaban ketidaksetujuan ini membuktikan bahwa mereka tidak setuju dengan sistem Islam. Pertanyaannya kenapa mereka memilih Islam jika tidak mau menerima konsekuensi diterapkannya sistem Islam. 

Nabi Muhammad SAW turun ke Bumi untuk menerapkan Islam, untuk memperbaiki akhlak manusia dan untuk menerapkan sistem agar akhlak manusia sesuai dengan nafas Islam. Rasullullah dalam memperbaiki akhlak manusia tidak hanya dengan memberikan contoh tapi aturan yang sistematis beliau tinggalkan yaitu sistem Islam. Sistem ini bekerja secara menyeluruh tidak hanya masalah yang wajib bagi individu tetapi juga masalah yang wajib bagi masyarakat dan bagi institusi sebuah negara. Sistem ini dalam pemerintahan beliau dan sekarang kita kenal adalah sistem kekhalifahan.

Sistem kekhalifahan adalah sistem terbaik dan modern dari demokrasi karena lahir didalam pengetahuan yang tinggi dan di abad 10 masehi lebih modern dari pada demokrasi yang lahir di abad sebelum masehi. Sistem ini diterapkan pertama kali oleh Rasulullah dan beliau menjadi prototype yang membawa peradaban Islam ke kancah dunia. Khilafah membawa perubahan pada dunia tepatnya pada masa rasulullah menjadi awal dari perubahan itu kemudian dilanjutkan oleh khalifah yang diangkat sebagai pemimpin umat kemudian. Sepeninggal Rasulullah sistem khilafah diterapkan selama 14 abad hingga berakhir pada tahun 1926 oleh Kemal Pasha seorang antek Yahudi. Berakhirnya sistem ini diterapkan beriringan muncul banyak masalah seperti datangnya isme-isme yang tidak berasal dari Islam seperti Liberalisme, Komunisme, Nasionalisme, serta sistem demokrasi yang kemudian diusungkan untuk menjadikan umat muslim terpecah-belah menjadi beberapa negara.
Jelas kiranya Islam tidak turun hanya sebatas agama tetapi dilengkapi dengan sistem dan sistem dalam kenegaraan adalah khilafah yang dipimpin oleh khalifah. Walau sekarang sistem Islam telah diruntuhkan bukan berarti seorang muslim harus mengadopsi sistem lain apalagi sistem yang berseberangan dengan Islam. Sistem Islam ini menjadi kewajiban untuk setiap muslim menerapkan atau mewujudkannya kembali karena Rasulullah telah memberikan contoh tentang hal itu.

Sebagian umat muslim bela-belaan menolak sistem islam ini karena menurutnya tidak demokratis dan sebagainya. Satu kunci penting yang tersirat dari alasan itu adalah mereka tidak yakin dengan Islam bahkan lebih parahnya tauladannya sendiri yaitu Rasullullah. Sehingga bisa kita simpulkan bahwa tidak lengkap keimanannya dan keislamannya karena dengan sistem Islam saja mereka masih ragu dan lebih percaya dengan sistem diluar Islam.

Fenomena ini banyak sekali kita dapatkan baik itu di kampus, di kelas, di masyarakat umum, bahkan di masjid-masjid. Mereka dengan sangat yakin bahwa Islam hanya sebuah agama dan Islam tidak mempunyai sistem pemerintahan. Jika kita tidak setuju dengan mereka tentu yang kita lawan adalah sebaliknya. Berusaha meluruskan pemahaman karena ketidaktahuan dan pengaruh barat yang liberal di dalam pemeikiran mereka tersebut.

Selamat berjuang sobatku


ilhamdi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar