There was an error in this gadget

Tuesday, 8 May 2012

kapitalisme klasik dan modern



Sebenarnya dari beberapa buku yang saya baca tentang kapitalis banyak berbagai versi yang menyebutkan apa itu definisi kapitalis. Para ahli ekonomi banyak yang mendefinisikannya secara jelas dalam konteks zamannya, akan tetapi tidak sesuai lagi dengan konteks zaman sekarang. Kapitalis bila di lihat dari beberapa aspek mungkin akan mendukung dan mempermudah kita dalam memehami apa itu kapitalisme. Saya akan menjabarkan kapitalis secara sudut historis dan definisi para ahli dari zaman ke zaman.
Kapitalisme Historis
Kapitalisme berasal dari kata kapital yang berarti modal. Modal merupakan element dasar dari kapitalis sesuai dengan definisinya, namu apa itu modal dalam kapitalis merupakan akumulasi kekayaan baik itu stok barang-barang yang dapat di konsumsi, mesin-mesin produksi atau klaim yang sah atas barang-barang dalam bentuk uang. Modal dalam kapitalis tentu saja menunjuk kepada akumulasi masa lalu yang belum digunakan. Jadi dapat kita simpulkan bahwa seama ini kita seang nelihat sistem kapitalis beroperasi karena setiap peruasaan selalu meakumulasi modal masa lalu yang belum digunakan.
Definisi menurut para ahli
Istilah kapitalisme selalu menjadi hal yang didukung dilain pihak sistem kapitalisme ditolak karena perdebatan dalam memahami dan mengintrepretasikan yang tidak selalu jelas untuk di mengerti. Definisi kapitalis menurut Proudhon (1867) menyatakan bahwa “rezim ekonomi dan sosial, dimana kapital, sebagai sumber pendapatan, pada umumnya bukan milik mereka yang membuatnya melalui kerja”[1]
Menurut Warner Sombart mengakui Kapitalisme sebagai kosep fundamental dari suatu sistem pemikiran ekonomi dalam bukunya Der Moderne Capitalismus.
Sebagai sistem pemikiran Kapitalisme ditandai dengan  tiga semangat yaitu; pemilikan, persaingan dan rasionalitas.[2]
Pandangan milton friedman tentang Kapitalism bangkit menjadi suatu sistem yang diperjuangkan dan dibersihkan dari unsur-unsur sosialisme yang selama ini mengganggu bekerjanya sistem kapitalisme yang “murni”.[3]
Kapitalisme identik dengan suatu sistemperusahaan perorangan yang tidak terkekang, suatu sistem dimana hubungan sosial dan ekonomi diikat dalam suatu kontrak , di mana orang merupakan pelaku bebas dalam mencari kehidupan mereka, serta tidak ada ikatan dan pembatas dan tekanan-tekanan yang sah.
Kapitalisme Klasik
Kapitalisme klasik mencerminkan sebagai sumber yang menyebabkan munculnya kondisi kaum buruh di eropa pada abad pertengahan yang meyebabkan kesengsaraan di kalangan para buruh dan oleh karena kapitalisme klasik ini juga muncul kolonialisasi dan imprealisme. Perkembangan sejarah saat ini telah membuat perombakan bahkan perubahan dari sistem kapitalisme klasik, sehingga yang berlaku sekarang ini adalah sistem ekonomi campuran yaitu pencampuran dari sistem ekonomi pasar dan sistem ekonomi peranan pemerintah.[4] Sistem ekonomi yang ada sekarang dianggap sebagai sistem ekonomi campuran yang dianggap telah mampu menghilangkan unsur-unsur jahat sistem ekonomi kapitalis.
Konotasi sistem ekonomi kapitalisme  yang berkembang di Indonesia ialah negatif yaitu sistem kapitalisme model klasik. Sistem kapitalisme Klasik ini pernah menjadi realita dalam sistem ekonomi di negara Inggris dan Amerika pada abad XIX. Ciri terpenting di dalamnya yaitu;
1.                  Berlangsungnya kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan kecil dalam jumlah besar, dimiliki oleh perorangan atau keluarga secara langsung mengemudikan jalan usaha.
2.                  Pengaturan kegiatan ekonomi dilakukan oleh apa yang disebut “pasar” dimana persaingan bebas berlaku secara dominan.
3.                  Terjadinya alokasi buruh atau tenaga kerja diantara para majikan melalui sistem upah atau kontrak kerja dalam meknisme pasar tenaga kerja.
4.                  Negara pada dasarnya tidak melakukan intervensi dalam sistem pasar, melainkan lebih banyak membiarkan sistem pasar bekerja secara bebas.[5]
Neo-liberal
Selama perang dunia II dan sesudahnya muncullah suatu aliran yang dinamakan “neo-liberalisme”. Aliran ini menghendaki pembaharuan/perubahan pada liberalisme klasik. Kaum neo-liberal ini menginginkan intervensi pemerintah dalam proses ekonomi yang bertujuan agar pembentukan harga secara bebas.[6] Akan tetapi seorang moneteris anobel F.A Hayek pernah berkata secara terbuka bahwa sebuah masyarakat yang berbasis pasar bebas secara konsisten akan menciptakan kesempatan-kesempatan yang tidak adil dan tidak pada tempatnya. Pernyataan ini menunjuk pada keuntungan umum yang dicapai semua orang atas maksimalnya kesempatan-kesempatan pertukaran dan pilihan industri.
Kapitalisme Modern
Berasal dari Inggris pada abad 18 dan kemudian menyebar ke Eropa Barat dan Amerika Utara.
Kapitalisme merupakan sebuah sistem organisasi ekonomi yang dicirikan oleh hak milik privat atas alat-alat produksi dan distribusi (tanah, pabrik-pabrik, jalan-jalan kereta api, dan sebagainya) dan pemanfaatannya untuk mencapai laba dalam kondisi-kondisi yang sangat kompetitif.[7]




[1] Baca, M Dawam Raharjo Kapitalisme Dulu dan Sekarang, (Jakarta; LP3ES, 1987)
[2] Baca keterangan warner Sombart dalam article “Capitalism”dalam Encyclopaedia of sosial sciences, vol. 3-4, hal.195.
[3] Pandangan Milton Friedman dalam buku Kapitalism and Freedom, (Chicago: The University of Chicago Press, 1971)
[4] Paul A. Samuelson & Peter Timmer Economics, Mac Graw-Hill Kogakusha, Ltd, 1976, hal. 41-43 dan 831.
[5] Ciri ini dirumuskan oleh N. Abercombrie dalam The Dictionary of Sosiology, Penguin, 1984 lihat hal. 31.
[6] Baca Kapitalisme Versus Sosialisme suatu analisis ekonomi teoritis, Winardi, Remadja Karya, 1986 hal. 33
[7] Milton H.Spencer, Contemporary Macro Economics, 1977 hal. 29

No comments:

Post a Comment