There was an error in this gadget

Wednesday, 15 October 2014

RESENSI BUKU DARI GESTAPU KE REFORMASI SERANGKAIAN KESAKSIAN






Identitas Buku

Judul buku      : Dari Gestapu Ke Revolusi Serangkaian Kesaksian
Pengarang       : Salim Said
Penerbit           : Mizan
Kota terbit       : Jakarta
Tahun terbit     : 2013
Tebal               : 587 halaman + cover

Sinopsis

Buku ini dirancang seperti membawa kembali ingat kita tentang peristiwa Gestapu dan Revolusi. Dua buah peristiwa penting yang berkaitan dengan perubahan politik Indonesia. Peristiwa itu dimotori oleh beberapa belah pihak dan serta melibatkan tokoh-tokoh penting. Terdapat beberapa kesaksian tokoh terkait dalam kedua peristiwa tersebut berhasil dirangkum dalam buku ini. Sudut pandang  beberapa para tokoh tersebut dan analisis dari penulis mampu menggambarkan bantuk kejadian pada masa itu.
Sebagai sebuah bacaan sejarah, buku ini menjadi referensi utama untuk dibaca terutama terkait Gestapu. Salim Said dengan latar belakang wartawan memberikan gambaran informatif dari berbagai sumber wawancara langsung tentang kesaksian sejarah itu. Banyak hasil wawancara Salim dengan tokoh-tokoh sejarah bahkan salah satunya liputan Salim dengan Pramoedya di Pulau Buru. Sosok Pramoedya tidak asing lagi dalam dunia politik PKI apalagi sikapnya yang berani terhadap musuh-musuh PKI.
Penulis secara pribadi memiliki kedekatan dengan tokoh-tokoh militer mendapatkan informasi lebih kongkreat terkait peristiwa Gestapu dan Reformasi seperti Kolonel Sarwo Edhi dan Jendral Soegandhi yang berperan dalam operasi militer pada saat meletusnya Gestapu.
Bagian lain buku ini menceritakan perjalanan hidup dari seorang Salim Said ketika harus merantau ke Jawa untuk memenuhi ambisinya sebagai seniman dan akademisi. Meninggalkan kampung halamannya Parepare dan berkiprah dalam dunia seni dan akademi. Sempat menikmati pendidikan di Akademi Teater National Indonesia dan kuliah di Universitas Indonesia bidang studi psikologi dan Sosiologi.
Menghadapi kehidupan sukar ditengah keterpurukan ekonomi dan masa-masa sulit dalam perkuliahan menjadi kenikmatan tersendiri. Salim berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya dengan mengambil kerja sambilan sebagai wartawan dan penulisn resensi film Indonesia  Tempodi. Berawal dari seniman kemudian wartawan dan kritikus film membawa Salim Said menjadi orang yang multitalenta dikemudian hari.
Kehidupan sebagai mahasiswa UI, Salim aktif dalam organisasi KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia) sebagai kepala biro radio pada biro penerangan. Keterlibatannya dalam dunia penerangan terutama radio membawa Salim ikut mengelola Radio Ampera di Jakarta dan mendirikan Radio Ampera di Magelang.
Perjalanan pendidikan Salim Said terus berkibar hingga negeri seberang dengan mengambil pendidikan magister dan doktor di Ohio Sate University,Athens, Ohio Amerika Serikat. Pemuda yang dulu sempat tidak memiliki keinginan melanjutkan pendidikan namun memutar arahnya pikirannya untuk kembali menekuni bidang seni dan politik di universitas tersebut.
            Secara umum buku ini membahas berbagai kesaksian sejarah tetapi juga termasuk kesaksiannya sendiri dalam memori-memori kehidupan pribadi penulis. Namun buku ini dalam penyajiannya menarik sehingga cerita yang dibawakan menjadi mengalir dan mudah dipahami.

Kritik
           

Beberapa hal patut diperhatikan dalam tulisan ini adalah kesaksian dan analisa Salim Said terkait Gestapu. Terlalu berat untuk menyatakan adanya usaha pendaulatan dalam tubuh militer angkatan darat dengan melibatkan beberapa tokoh PKI. Terjadinya suatu kecelakaan dalam operasi Gestapu dan unsur kesengajaan menghapus jejak Gestapu.
            Sebagai sebuah partai politik besar seperti PKI kemudian dilenyapkan oleh gerakan anti-PKI dan pihak nasionalis menjadi sesuatu tanda tanya terutama perancangnya dan penggeraknya. Tidak mungkin Gestapu dinilai kegagalan sedangan berakhirnya PKI merupakan suatu keberhasilan. Tidak hanya PKI bahkan Sukarno turun dari jabatan. Naiknya Suharto menjadi presiden mengalahkan berbagai lawan politinya dan Indonesia jatuh pada pelukan barat. Terlalu sulit untuk dibilang ini sebuah operasi yang gagal atau lebih cocoknya suatu keberhasilan. Sebagai sebuah usaha penumpasan ideologi, Gestapu dinilai sukses hing mencabut keakar-akarnya.
            Niat Sokarno terhadap kesatuan bangsa Indonesia tercermin dari pemahaman Nasakom-nya. Suatu bentuk keinginan kehidupan berdamai antar tiga ideologi bangsa yaitu Nasionalis, Agama, dan Komunis. Namun pemahaman tersebut tidak dipahami dengan bijak terutama oleh pihak komunis dan anti-komunis. Sehingga dengan kemungkinan besar terlibat barat komunis dalam tubuh PKI berhasil disingkirkan.

Kekurangan dan Kelebihan

            Sebagai sebuah sejarah buku ini memiliki kekurangan terutama informasi dari pihak PKI. Beberapa tokoh simpatisan komunis tersaji dalam buku ini tapi bagaimana dengan tokoh PKI sendiri terhadap kesaksiannya tentang peristiwa Gestapu. Sebaliknya dalam menggambarkan kegemparan dari chaos pada masa itu mampu dibawakan dalam buku ini.

Saran

            Saran terbaik pada para kalangan akademisi untuk segera memiliki buku ini sangat berguna terutama bagi kalangan sejarawan, seniman, kritikus film, dan politisi. Banyak aspek kehidupan sehingga menjadi buku ini lebih hidup dan mudah dipahami.
 



 #ResensiGestapukeReformasi

No comments:

Post a Comment