Senin, 24 Februari 2020

Narasi Hidup


Kadang kita tidak berada diposisi bisa memilih. Di lain sisi, beragamnya pilihan mereka membuatnya bisa me-elaborasi kehidupan ini. Tapi kita sama2 terkurung pada satu tujuan yang ada. kenapa Ngak kita?
Haruskah akal ini kita cabut?
Karena ternyata hidup ini hanya butuh insting. -_-)
Buyut kita hanya mengingatkan agar tidak menjadi sapi pekerja. Saya benci mengatakannya, tapi saya merasa mungkin lebih buruk dari itu. Substansi saya sebagai manusia akan menghilang dan potentially penghambaan pada-Nya pun akan memudar. Namun, apa pilihan yang saya punya, NOTHING!!!
....
Tapi saya cukup senang menikmati beberapa individu generasi ini bersama ikigai-nya. Dia seolah menari dengan cantik dengan bakatnya diatas canvas. Membuat saya iri. Ya, sangat iri. Semoga Anak/Adek Didik saya seperti beliau2 itu yang menikmati substansi diri sebagai manusia ^_^)