There was an error in this gadget

Friday, 9 December 2016

Kenapaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

Hmmm, aku hanya ingin jujur dalam menulis dan tulisan itu benar dari pemikiran yang jernih dariku. Sendainya manusia selalu di kekang dengan idealis yang tidak mendasar tentu tidak adalagi gunanya kita berfikir berdasarkan pemikiran kita, tapi hanya berfikir berdasarkan idealis yang kita pandang benar.

Oke, goresan kali ini akan aku isi dengan pandangan buruk dan kejam yang berada ditengah masyarakat. Aku pun berapa kali tidak ingin melihat ini sebagai perspektif yang perlu untuk dibahas karena sangat-sangat tidak penting.


Firstly, beberapa issue yang sedang berkembang saat ini adalah kebencian yang memuncak masyarakat pada paham komunis atau lebih tepatnya PKI. Kita kita lihat sejarahnya tentu kita paham bahwa tidak bisa di pungkiri bahwa negeri ini tidak lepas dari sumbangsih generasi PKI masa lalu. Tentu kalian bisa lihat bagaimana sikap heroik PKI terhadap Belanda. Partai yang menolak berkerjasama dengan kolonial ditengah banyak partai yang bersedia diberi harapan palsu oleh kolonial sebuat aja SI dan PNI.

Setelah negeri ini merdeka terjadi perselisihan pemahaman antara alat negara (militer) dengan pemahaman PKI. Dan juga tertolak dari pemahaman Islam yang beranggapan PKI anti Tuhan. Perbedaan pemahaman ini didorong lagi dengan generasi saat itu yang berpandangan nasionalis liberal sampai penuntutan PKI dibubarkan. Tuntutan ini memuncak setelah peristiwa G 30 S yang dianggap pelakunya adalah PKI.

Kenapa begitu kerdilnya pemikiran orang yang mudah dipermainkan oleh issue yang berkembang. Issue yang sulit diterima kebenarannya direalistiskan dalam bentuk kebencian dan tindakan pembubaran hingga diskriminasi yang real. Bagaimana kita bisa beranggapan PKI anti Tuhan padahal itu adalah pandangan politik tepatnya sosial politik, bagaimana pula kita bisa menjawab G 30 S adalah perbuatan PKI padahal politik tidak memiliki komando militer, dan bagaimana mungkin kita bisa membenci sesuatu dengan hal yang tidak pasti. Semua itu terjadi, bahkan sampai saat ini.

Kenapa aku bilang ini tidak penting, karena baik pemahaman komunis dari PKI maupun pemahaman liberal yang saat ini menggerogoti negeri ini pada dasarnya sama saja. hanya saja tetap tidak berperi kemanusiaan tindakan-tindakan diskriminasi dan kebencian kebanyakan manusia dinegeri ini terhadap lambang maupun orang yang mendukung ide PKI. Dimana saya berdiri tetap pada ide islam rahmatalil'alamin. Namun, tidak saya pungkiri saya lebih menghormati orang yang memiliki pemahaman ide tentang tatanan sosial dari pada orang yang tergerak membenci dan menindak sesuatu yang tidak mengetahui sesuatu apapun.