There was an error in this gadget

Monday, 30 April 2012

Kandidat Cagub ke UI





Jakarta sebagai pusat dari kegiatan negara seperti bidang ekonomi, bidang pemerintahan, bidang keamanan, bidang perpolitikan dan banyak bidang-bidang lain menyebabkan munculnya permasalahan lingkungan yang sangat kerap sekali terdai di berbagai sudut kota. permasalahn permasalahn ini terjadi hampir setiap tahun, setiap bulan, setiap hari bahka setiap waktu yang membuat ketidak adanya sistem yang membuat kearah jakarta yang lebih baik lagi. anehnya setiap pergantian Gubernur selalu sama saja hasilnya, kemiskinan, bencana banjir, kecelakaan terus meningkat seakan-akan tidak ada hubungannya dengan kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh gubernur DKI jakarta.
pada pemilihan gubernur  yang sedang belangsung ini mengadakan kunjungan ajang silaturahmi dan interaksi para bakal calon gubernur dan waliknya dari seluruh kandidat pada tanggal 27 april kemaren di taman melingkar perpustakaan Universitas Indonesia. acara ini berkerja sama dengan TVone dengan mengambil tema jakarta mencari pemimpin.
Empat pasangan kandidat Bakal Calon Gubernur dan Bakal Calon Wakil Gubernur yang datang lengkap antara lain Jokowi-Basuki, Alex-Nono, Faisal-Biem, dan Hendardji-Riza sedangkan Pasangan Hidayat-Didik tidak lengkap dengan tidak hadirnya Didik. Selain itu, pasangan incumbentFoke-Nara tidak hadir dalam acara ini.
dalam acara tersebut ada beberapa masukan dari para kandidt terkait dengan memperbaiki jakarta ke arah yang lebih baik lagi
“Untuk mewujudkan Jakarta yang bersih harus dimulai dari pemimpinnya dan harus berani membuka anggaran sampai lapis ke-3 hingga seluruh warga Jakarta tahu” (Basuki)
“Apabila kami memimpin, dalam tiga tahun Jakarta akan bebas banjir dan bebas macet”  (Alex)
“Kita harus mengubah paradigma dan memastikan peran negara yang benar. Semua pengelolaan perencanaan harus berbasis warga” (Faisal)
“Kita harus melakukan akselarasi yang tinggi untuk memimpin Jakarta dan membuka biaya hidup yang rendah bagi warganya” (Hendardji)
“Kita akan meneruskan blue print transportasi massal yang sudah ada dan langsung mengeksekusinya. Saya hanya satu jam di kantor, sisanya di lapangan” (Jokowi)
“Masalah kriminalitas, kita mempunyai 3 tahap dalam menyelesaikannya. Pertama tindakan pencegahan yang melibatkan masyarakat. Kedua, strategi penangkalan dengan mengadakan patroli. Ketiga tegas secara hukum bagi siapa saja yang bersalah” (Nono)
“Jakarta perlu dibagi APBD-nya ke provinsi-provinsi lain agar tidak semua orang menuju Jakarta. Kualifikasi orang-orang yang bekerja di Jakarta juga harus berkualitas dan siap kerja” (Hidayat)
“Kita arus memulai dari tata manusia, baru menuju tata ruang. Kalau hanya bicara tata ruang saja, maka yang akan terjadi adalah hanya orang-orang yang punya duit yang akan memiliki wilayah di Jakarta” (Faisal)
mungkin ini yang namanya lagi pemilu sehingga masing-masing kandidat benar-benar berpacu untuk memperlihatkan existensinya dan kemampuanya dalam memecahkan masalah. semoga apa yang mereka ucapkan tidak hanya menjadi rencana saja tetapi menjadi tindakan yang terencana.

Friday, 6 April 2012

Refleksi Perjuangan Syari’ah Islam



Oleh. ILHAMDI

Mahasiswa Universitas Indonesia adalah sekelompok intelektual bangsa yang seharusnya mengemban amanah dan cita-cita rakyat Indonesia pada umumnya, karena tidak dapat dipungkir bahwa biaya yang dikeluarkan pemerintahan Republik Indonesia tidaklah sedikit untuk memajukan pendidikan disegala bidang di Universitas Indonesia (UI) ini. Pemerintah memperoleh biaya dari pemungutan pajak terhadap seluruh rakyat indonesia dari yang kaya hingga yang miskin, baik langsung maupun tak langsung. Menjadi suatu cermin terhadap mahasiswa terhadap apa yang telah mereka kontribusikan kepada rakyatnya, rakyat Indonesia yang telah diambil uangnya untuk mendukung pembiayaan semua fasilitas dan dosen yang ahli dibidangnya. Suatu kewajiban bagi mahasiswa UI untuk mengabdi pada rakyat Indonesia untuk perubahan yang lebih baik. Perubahan dilakukan mahasiswa UI dapat berupa perubahan langsung maupun tak langsung dan dikemudian hari kelak akan ada pertanggung jawaban atas hal ini di akhirat.
Intelaktuak Islam di UI sangatlah banyak, sehingga tak heran banyak lembaga yang mengatasnamakan Islam. Namun bagaimana dengan solusinya terhadap kehidupan rakyat Undonesia yang lebih baik terutama masyarakat miskin Indonesia yang sekarang ini banyak tertindas haknya karena kebijakan para penguasa? Hal ini merupakan hal yang membutuhkan usaha tahap demi tahap, membutuhkan kesabaran yang tinggi dalam perjuangan, dan bukanlah hal yang serta merta akan berubah sesuai dengan yang diinginkan. Jika dikaji lebih dalam lagi solusi yang dapat diberikan untuk kondisi rakyat Indonesia sekarang ini adalah perubahan dasar negara yang menciptakan kebijakan-kebijakan anti rakyat yaitu demokrasi, menerapkan syari’ah Islam dalam konteks kenegaraan bernama khilafah merupakan satu-satunya jalan keluar dari penderitaan yang dialami rakyat sekarang ini. Khilafah menjadi solusi yang paling rasional dari segala solusi yang pernah dicoba, hanya saja yang menjadi masalah adalah “bagaimana memberikan pemahaman kepada orang lain tentang rasionalitas sistem ini tanpa menimbulkan pertentangan?”. Karena sering kali pola berfikir manusia itu argumentatif sedangkan dalam syari’ah Islam, argument yang kuat sekalipun tidak dapat mengubah hukum Islam.
Sesungguhnya pejuang syari’ah Islam bukanlah hal yang baru dalam sejarah karena telah dilakukan oleh orang terdahulu serta di contohkan oleh rasulullah. Jika hal ini sampai pada kita sebagai mahasiswa, tugas kita hanyalah meneruskan sesuatu yang telah ada atau bahkan meneruskan sesuatu yang dulu pernah ada. Mahasiswa muslim UI mendapat beberapa kendala dalam menerapakan syari’ah islam, jika dijabarkan panjang-panjang kendala yang dihadapinya adalah rasa ketakutan yang tidak beralasan. Kenapa muncul rasa takut itu yang menjadi pertanyaan, serta menjadi tolak ukur ketakwaan kita kepada Allah swt.
Rasulullah bukanlah seorang pejuang syari’ah Islam yang sendirian dalam dakwahnya, tetapi beliau dibantu oleh para sahabat-sahabatnya sehingga terlihat jelas bahwa beliau adalah orang yang mampu bergaul dan sangat menjaga ukhuwah islamiyah. Tidak heran jika Rasulullah disenangi oleh para sahabat dan dihormati sebagai seorang utusan Allah swt. Rasulullah menjadi contoh tauladan bagi para mahasiswa UI selaku aktivis muslim yang harus mengemban dakwah rasulullah sebagai generasi Islam pengikut rasulullah. Hal terpenting menjadi tauladan dari stetment di atas adalah kekompakan dalam berdakwah karena dalam dakwah tidak akan mungkin di emban oleh satu orang saja. Dakwah adalah suatu proses yang dilakukan secara serentak dan terorganisir seperti rasulullah dan para sahabat contohkan. Begitu juga halnya pada mahasiswa UI yang telah mempunyai beberapa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang beraneka ragam tetapi belum mampu merangkul semua aktivis muslim dalam satu wadah visi menegakan syari’ah Islam.
Masa-masa menjadi mahasiswa bukanlah masa yang lama, dalam arti lain masa aktif berkontribusi kepada rakyat Indonesia sebagai element masyarakat yang bebas begerak dan bertindak tidaklah hal yang panjang waktunya, karena diluar hari ini ada hari lain dimana kita mempunyai kewajiban baru serta memikul beban yang baru pula. Oleh karena itu gunakanlah waktu yang berharga ini demi memulihkan keadaan rakyat Indonesia karena sesungguhnya mereka menunggu solusi darimu.